Elvi Rahmi Jelita - Istimewa di Hati~





Assalamualaikum,
Da Jia Hao?
saya akan menceritakan bagaimana seorang elvira yang sangat introvert ini bisa beradaptasi dengan banyak orang dan harus menghilangkan rasa takut dan tidak percaya dirinya. 
Hmm, ini sih yang bikin saya akhirnya termotivasi untuk ikut serta.. dari dulu saya ingin sekali ikut youth exchange.. jujur saya adalah tipe orang yang rasa ingin taunya banyak, penasaran, dan program PPAN ini masuk ke wishing list saya... hmm kenapa ga coba dulu? oke coba pelan pelan, bismillah

Dan Alhamdulillah Tuhan mengabulkan doa saya, saya pun lulus seleksi untuk program IMYEP 2019 nyangka ga nyangka sih~

Akhirnya saya bisa mengenakan Attire A1 ini. Attire A1 ini adalah pakaian kenegaraan yang dikenakan untuk kunjungan kenegaraan antar bangsa.
Mengenakan jas rapih, lengkap dengan garuda didada. Dimana semua mata tertuju pada kami Delegasi Indonesia saat melaksanakan kunjungan kenegaraan di Kedutaan Besar Republik Indonesa yang ada di Kuala Lumpur.
Mengenakan attire ini juga ada aturannya loh. (nah untuk yang penasaran sama aturannya, saya akan menceritakan saat roadshow saja ya) kalo cerita disini pasti bakal panjang banget. hehe.


Pada tgl 3 September 2019, 
tepatnya di Hotel Ambhara Jakarta Selatan disana saya bertemu dengan delegasi dari perwakilan provinsi masing-masing.
Kami terdiri dari 18 orang dari 18 provinsi Indonesia dan dibentuk dalam satu kontingen yaitu GARUDA 19. Apa itu GARUDA 19? “Generasi.. Kreatif, Bersatu, Berbudaya”
Saat pdt kami diberikan materi dari pemateri yang luar biasa. Ada dari Kementrian Luar Negeri, BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila), Bekraf, dan banyak deh pokonya...
saya merasa sangat beruntung sekali bisa mendapatkan ilmu seperti ini yg pastinya gabisa didapetin dilingkungan kampus atau kerja hehe ditambah lagi bisa bertemu dengan orang-orang penting yang luar biasa.




Kalo ini saat latihan cultural performance, dalam foto ini saya menjadi pelatih tari zapin muda mudi yang berasal dari Kepulauan Riau. Saya seneng banget deh bisa mengajarkan tarian daerah dengan delegasi lain. Apalagi saat kami (Tim Zapin Muda Mudi) sukses membawakaan tariannya. Jadi kebanggaan tersendiri sih :) 


Kalo yang ini saat saat city exploration kami dibagi menjadi tiga kelompok. Saya, Alifah delegasi DKI Jakarta, Rosnawati delegasi Sulawesi Tengah, Rico delegasi Yogyakarta, Sescar delegasi Sulawesi Utara, Ahmad shauqi delegasi Aceh satu kelompok. 

Pada tanggal 6 september 2019, delegasi malaysiapun tiba di Jakarta. Oia hampir lupa, di program IMYEP tahun ini memiliki 2 fase.. yaitu fase Indonesia (Jakarta-Yogyakarta) dan fase Malaysia (Kuala Lumpur).
Nah setibanya delegasi Malaysia kami pun memberi sambutan kecil dengan bertukar souvenir dan akhirnya saya bertemu dengan buddy saya yang bernama ka Anise Hamzah. Walaupun ka anise 4 tahun lebih tua dari saya tetapi saat saya ajak ngobrol ternyata ka Anise sefrekuensi. Kami bahkan memiliki beberapa kesamaan, ka Anise sudah seperti sahabat lama  padahal kami baru saja berkenalan<3








Keesokan harinya all delegates harus Courtesy Call ke kemenpora, dengan mengenakan attire A2. 
disini semua delegasi baik itu Indonesia maupun Malaysia bisa menyalurkan aspirasi langsung kepada pihak Kementrian Pemuda dan Olahraga. Oia disini kami dipandu oleh HOD (Head of delegation) Ka Yossi dan Ka Andika dimana mereka berdua sudah seperti orang tua kami sendiri. ceilah. <3



Besoknya kami berkunjung ke Museum gajah dan Galery Indonesia Kaya. Di GIK kami dapat berkesempatan untuk bermain alat musik angklung bersama. Wah disini seru sekali loh. Bukan hanya itu kami juga dikenalkan budaya2 yg ada di Indonesia seperti wayang, batik, games 4D, dan sebagainya.






Okey jadi ini ka Fatin. Saat itu kami diangkat oleh ortu angkat yang bernama Bapak Herry dan Ibu Achie dari IOTA (Ikatan Orang Tua Angkat Indonesia).

Tiap program exchange pastinya bakal dapetin fase Host Fam deh. Kalo kata papa kami anak ke-50 nya.. wah banyak juga ya.

saya awalnya agak canggung. Tetapi mama papa humble sekali. Kami bener-bener sudah dianggap seperti anak sendiri. Semoga mama papa fi amannillah selalu sehingga bisa bertemu lagi dilain waktu.. Aminnnn!













Singkat cerita foto disamping sebenernya adalah bentuk rasa kagum 2 orang tua dari negara asing terhadap busana kami pada malam itu. Mereka bilang bajunya sangatlah unik dan bagus. Kami sebagai pemuda Indonesia sangatlah senang dan bangga. 

Dijogja kami mengunjungi Kantor Gubernur Kepatihan Jogja, Institut Seni Indonesia Jogjakarta, dan Astoetik batik. 
Saat di ISI kami dibagi menjadi dua tim yaitu tim karawitan dan tim nari.. saat itu saya tim karawitan.. disana kami diajarkan cara memainkan alat musik tradisional.. ada gong, gamelan, sharon, dan sebagainya. Saya keluarga sharon saat itu. Ternyata lumayan susah juga memainkannya. Jujur saat itu saya sampai terkantuk sangking menikmati alunan musiknya.. karna alunan musik jawa itu alus banget ya. Okay move ke astoetik batik.. seperti yang digambar nih karya batik saya😊

Malam di Jogja kami disibukkan dengan latian CP untuk Ceremony di Jakarta nanti. Saat itu yang akan kami tampilkan adalah Indonesia menari, Mambo simbo, mojang, dan Biteya. Kebetulan saya termasuk kedalam tim tari biteya yg berasal dari Gorontalo. Saya bertiga dengan Resky delegasi Sumatra Barat dan Faisal delegasi Gorontalo. 







Tanggal 15 september 2019 kamipun tiba di Kuala Lumpur. Kami disambut oleh myxaa (seperti alumni pcmi kalo di Indonesia) dan kami harus berpisah dengan buddy Malaysia kami. Karna ternyata delegasi malaysia sudah selesai sampai di fase Indonesia saja. Saya sih berharap untuk program kedepan KBS mengizinkan belianya untuk juga ikut serta di fase Malaysia agar nantinya delegasi Indonesia tidak kehilangan buddynya 😊 
Di KL kami stay di IYC (International Youth Centre). Selama di KL kami juga dpt challange untuk city exploration dan all delegates kaget, karna ada buddynya yang dateng untuk menjadi LO. Wah saya sangat senang sekali saat itu. Saya fikir kita sudah tidak bertemu lagi. 
Dan besoknya kami berkesempatan berkunjung ke Sepang International Circuit. Disana kami diberi kesempatan masuk ke Muzium Automobil National Sepang, masuk ke dalam lintasan jalan circuit,
Ya walaupun saat itu masih banyak kabut asap tapi kami tetap menikmati tour kami. Sangat awesome banget!



besokannya kami courtesy call ke KBS (Kedutaan Belia dan Sukan) Malaysia, lalu dilanjutkan ke Parlimen Malaysia disana kami berkesempatan bertemu dengan YB Syed Saddiq (Kemenpora) Malaysia. Honourable moment banget ini mah. Bisa bertemu dengan YB.


Intinya program ini telah membuka mata saya, membuat saya berfikir lebih luas, serta mendapatkan keluarga yang hangat. Kali ini saya ingin berterimakasih dengan keluarga hangat saya yaitu keluarga Pohajouw... khususnya buat wanita – wanita kuat... Terimakasih buat teh flory (roomate saya) yang selalu membangunkan saya dipagi hari dan menjadi google saya kalo ada sesuatu yang saya pingin banget tau, terimakasih Alifah yang sudah mau jadi tempat berkeluh kesah saya AYL sekaligus temen bertukar pikiran saya malem – malem, terimakasih resky ka rahmi yang pernah menjadi teman sekamar yang hobinya cerita sampe ketiduran, Ka Ona dan Mega yang kerecehannya selalu membangkitkan mood.. terimakasih hera yang selalu menentukan attire terbaik kita apa hari ini dan besok, oia ingat hera kalo batuk jangan minum es yaa obat batuk 3 botol untuk kamu doang loh...remember that? Dan terimakasih ka patricia yang selalu ngecek perlengkapan jangan sampai ada yang tertinggal yg sangat perhatian di kontingen dan juga buat semua delegasi pria yang pernah berjasa buat ngeramein mood saya dengan tingkah recehnya. ehe, semua kenangan ini gabakal pernah lupa dan selalu Istimewa di Hati.
Mungkin sampai disini dulu ceritanya.. banyak sekali kenangan yang ga bakal saya lupakan. 




Terimakasih Dispora Kepri, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, Kedutaan Belia & Sukan, PCMI kepri, dan Myxaa~




"Do Something Today 
That Your Future Self 
Will Thank You For"


Sincerely,




Elvi R. Jelita 
Indonesia - Malaysia Youth Exchange Program 2019~

PCMI Kepri

No comments:

Post a Comment