Allysia Shafira - Ceritaku di Lampung Selatan


Lampung selatan, 20 sepetember 2019
Aku terbangun pada pagi hari ini pukul 5.30. Bukan karena terbangun sendiri tapi karena kakaku yang tersayang membangunkanku dengan paksa. namanya kak Acik gadis cantik dari Bali, peserta kapal Pemuda Nusantara 2019 yang paling cantik. Bukan, hanya di Kapal Pemuda Nusantara tapi peserta paling cantik di Pelantara 9. Memang sudah biasa sejak kami tinggal di kapal KRI Tanjung Kambani 971, kak Aciklah yang selalu membangunkanku setiap pagi.


Pagi ini aku langsung mengganti pakaian tidurku yang sangat nyaman itu dengan pakaian dinas harian Kapal Pemuda Nusantara Sail Nias 2019 lengkap dengan sepatu berat dan kebesarannya. Pakaian berwarna coklat yang telah banyak menemani kegiatan kami sehari-hari, pakaian berat yang aku rasa setiap kali aku memakainya akan membuat bobot tubuhku berkurang karena banyaknya keringat yang keluar, pakaian yang hampir tak pernah aku cuci selama program. Meskipun begitu aku merasa sangat percaya diri jika memakainya.




Kegiatan pagi ini seperti biasa di awali dengan sarapan bersama, sarapan kali ini menjadi sarapan terakhir kami di Markas Komando Brigade Infanteri 4 Piabung. Karena sore ini kami akan kembali ke kapal KRI tanjung kambani 971.

Setelah sarapan, kami mengambil seluruh barang-barang kami dan meletakkannya kedalam kendaraan yang telah disiapkan. Setelah itu perjalanan kami dimulai. Kurang lebih selama satu jam diperjalanan kami sampai di Markas Batalyon Infanteri 3 Piabung.

Awalnya aku satu kelompok dengan kak Acik, kak Melan, kak Manda, Ayi dan Kezia. Tapi karena berbagai hal, hanya kak Melan yang akhirnya pergi bersamaku ke pantai. Pada kegiatan hari ini, kami didampingi oleh Ayah Qoqo, ayah Qoqo adalah seorang prajurit TNI AL di Markas Batalyon Infanteri 3 Piabung. Kegiatan pertama kami lakukan adalah membersihkan pantai, setelah selesai kami melanjutkan perjalan ke pantai Ketapang untuk menghadiri upacara pelantikan pengurus saka bahari Lampung Selatan. Perjalanan dari pantai sebelumnya ke lokasi acara upacara berjarak sekitar dua kilometer, tidak terasa jauh karena sepanjang perjalanan kami disuguhkan pemandangan pantai yang sangat indah. Setelah upacara selesai, ayah Qoqo sebagai pendamping membelikan kami semua rujak buah dan kami memakannya dengan sangat lahap.



Setelah selesai dari upacara, kami lanjutkan perjalanan kami ke pantai Maitem. Di pantai inilah kami berkesampatan untuk melakukan penanaman mangrove. Aku sangat beruntung karena kali ini, aku berkesempatan menanam mangrove bersama wadansatgas pelantara sembilan, yaitu pak Riyadi. Pak Riyadi memang telah cukup akrab denganku dan peserta lainnya, karena beliau orang yang sangat ramah dan juga baik. Karena bertepatan dengan hari jumat, Setelah selesai melakukan penanaman mangrove, kami tidak dapat menikmati keindangan pantai Maitem karena kami langsung kembali bergerak pulang menuju Markas Batalyon Infanteri 3 Piabung. Sama seperti sebelumnya, selama perjalanan pulang kami semua sangat senang, karena bisa melihat keindahan alam Lampung Selatan. Pengalaman hari ini tidak akan mungkin aku lupakan, meskipun lelah dan harus berpanas-panasan, jika diberi kesempatan untuk kembali ke hari ini aku akan melakukannya sejuta kali tanpa bosan sedikitpun.


Allysia shafira
Kapal pemuda nusantara sail nias 2019
Delegasi Provinsi Kepulauan Riau

PCMI Kepri

No comments:

Post a Comment