BACKPACK LIBRARY - POST PROGRAM ACTIVITY DELEGASI 2017

Backpack Library, adalah sebuah Post Program Activity (PPA) untuk para Delegasi Kepulauan Riau yang telah menyelesaikan tugasnya dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara, Kapal Pemuda Nusantara dan Kirab Pemuda 2017. Untuk PPA tahun ini, para delegasi yang tergabung dalam PCMI Kepri memilih konsep literasi dan sharing pengetahuan mengenai sampah beserta daur ulang. Backpack Library diadakan selama tiga hari dua malam di Pulau Numbing, Bintan. Dilakukan pada tanggal 2 Maret hingga 4 Maret 2018. Donasi telah dibuka sejak sebulan sebelum hari program dijalankan, banyak sekali bantuan yang telah diterima seperti buku layak pakai, materi hingga boneka yang dibagikan langsung kepada masyarakat di Pulau Numbing khususnya anak-anak SD di sana.




Hari pertama, para peserta beserta para volunteers yang datang dari berbagai wilayah di Kepri bertolak ke Pulau Numbing dari Kijang. Lalu kami disambut dengan Kepala Desa dan beberapa masyarakat di sana.  Awal pertama bertemu kami sudah merasa sangat dihargai dengan disediakan tempat untuk bermalam yang sangat nyaman dan penyambutan yang sangat hangat. Kami baru mengetahui ternyata listrik dan air di Pulau Numbing tidak selalu tersedia. Listrik hanya tersedia dari pukul empat hingga enam pagi dan enam hingga sebelas malam. Sama halnya dengan air yang hanya tersedia ketika listrik hidup karena memerlukan pompa air.



Ketika sampai di Pulau Numbing, kami langsung melanjutkan pekerjaan yang belum selesai dikerjakan seperti membuat tanda nomor rumah untuk masyarakat desa, denah desa, pembuatan tong sampah dan juga rencana yang harus dikerjakan pada esok hari. Sore harinya, kami berkumpul bersama masyarakat desa di Balai Desa untuk sharing ilmu mengenai Bahaya Sampah dan Kiat Daur Ulang yang dapat dilakukan untuk mendapatkan penghasilan dari itu. Ternyata kebiasaan masyarakat desa tersebut, mereka cenderung membuang sampah langsung ke dalam laut atau cara mudah lainnya adalah dengan membakarnya. Dua hal ini tentu dapat berdampak buruk bagi lingkungan sekitar karena menambah populasi sampah dan juga udara. Oleh karena itu, kami memberikan beberapa tong sampah gratis yang diletakkan di berbagai tempat di desa Numbing tersebut. Kami mendapati bahwa tong sampah adalah hal yang langka di desa tersebut. Gerakan membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu yang kami ingin tanamkan pada masyarakat di Pulau Numbing.


Pada hari kedua, kami melanjutkan aktivitas Backpack Library dengan SDN 006 Bintan di Pulau Numbing tersebut. Acara hari ini merupakan acara inti dari gerakan literasi yang kami rencanakan. Setelah melakukan senam bersama di depan sekolah bersama seluruh siswa, kami menghabiskan waktu bersama dengan para siswa kelas empat hingga kelas enam. Sesi pertama yang dilakukan adalah pengajaran bahasa Inggris yang bertemakan keluarga, kami mengajarkan kata-kata simpel dalam bahasa Inggris. Lalu sesi kedua, para volunteers untuk masing-masing grup melakukan membaca buku bersama dengan tas backpack yang berisi macam-macam buku dan ini dilakukan di luar sehingga lebih dekat dengan alam. Dalam waktu membaca tersebut, kakak-kakak volunteers membaca bersama dengan adik-adik dan juga berbagi cerita mengenai buku yang telah mereka baca sehingga dari situlah berbagi ilmu dilakukan. Setelah itu, semua kembali masuk ke dalam kelas dan melakukan berbagai games yang mengundang tawa dan senda gurau semua yang ada disitu. Sungguh, senyuman inilah yang kami ingin hadirkan bersamaan dengan hadirnya Backpack Library di Desa mereka.





Setelah menghabiskan waktu di sekolah, kami bergegas ke Balai Desa untuk menyambut Bapak Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau, para senior PCMI dan rombongan lainnya. Dalam sesi sharing itu, bersamaan kami membuka perpustakaan berjalan atau lebih akrab dikenal dengan sebutan “Mobile Library” yang dibuka di depan Balai Desa, berbagai macam buku tersedia untuk semua anak-anak di Pulau Numbing tersebut. Antusiasme masyarakat sekitar khususnya para anak-anak tersebut sangat luar biasa dan ramai yang datang untuk membaca buku. Sungguh kami sangat bersyukur dengan semangat yang ada pada adik-adik di Pulau Numbing. Inilah yang tentunya mendorong kami untuk terus berbagi kebaikan dan melanjutkan gerakan ini.




Setelah kegiatan di Balai Desa, kami tidak lupa untuk menjelajahi daerah di sekitar Pulau Numbing. Dengan menaiki pompom, kami pergi ke laut dan mencari ranga untuk makan malam. Ternyata tidak hanya menemukan ranga, tetapi juga cumi dan kerang. Pencarian dan penjelajahan ini sangat menyenangkan dan membuka mata kami bahwa Kepulauan Riau sangat kaya akan alamnya dan indah lautannya. Makan malam diisi dengan hasil tangkapan kami semua dan malam terakhir dirayakan dengan kegiatan barbeque dengan masyarakat Desa.





Sungguh, Backpack Library di Pulau Numbing ini membuat kami menyadari untuk terus bersyukur atas karunia yang telah kami miliki. Terus membuka mata kami untuk melakukan sesuatu khususnya untuk daerah-daerah pedalaman di Kepri, yang tentunya kaya akan kepulauannya. Literasi sangat penting bagi kemajuan dan masa depan suatu bangsa. Literasi merupakan langkah awal untuk menambah wawasan dan pengetahuan dan mulai dari situ pendidikan di suatu daerah akan meningkat khususnya bagi generasi muda. Generasi muda yang cerdas tentunya akan menjadikan negara ini menjadi lebih baik pula. Itulah visi terbesar kami untuk Indonesia dan kami mulai dari kampung asal kami ini. Semuanya dimulai dari hal yang kecil dan tentunya harus ada pemuda-pemudi harapan bangsa yang memulainya. Sampai jumpa di Backpack Library edisi berikutnya :)


PCMI Kepri

No comments:

Post a Comment