Garuda vs Gonggong : Final Pertukaran Pemuda, Seru dan Penuh Kreatifitas! [PCMI Kepri 2014]

Juri & Alumni PCMI Provinsi Kepulauan Riau
PCMI Kepri -- Ballroom hotel Comfort terlihat riuh seketika, wajah-wajah finalis terpilih terlihat gembira tak dapat menahan rasa senang, seolah masih belum percaya bahwa mereka adalah kandidat-kandidat akhir yang bertahan menuju sesi FINAL Pertukaran Pemuda Antar Negara dan Kapal Pemuda Nusantara. Juri mengisyaratkan mereka untuk saling pandang, melihat siapa-siapa saja lawan yang akan mereka hadapi dengan sportivitas yang harus dijunjung tinggi.

17 Pemuda/Pemudi berprestasi dan bertalenta telah pun siap sedia menerima instruksi dari para Alumni, sementara para dewan Juri mempersiapkan materi dan pengarahan yang akan diikuti oleh para Finalis. Sore itu, Sabtu, 05 april 2014 para finalis dibagi menjadi dua tim. Masing-masing tim adalah perpaduan finalis dari dua wilayah, mereka dituntut untuk membuat satu Sosio-drama yang didalamnya harus terdapat inti dan pesan cerita yang ingin disampaikan. Finalis diberi waktu hingga keesokan pagi untuk dapat berdiskusi dan berkreasi dengan masing-masing tim demi mempersembahkan yang terbaik.

Senja pun berganti malam, lemparan suara-suara diskusi terdengar dari masing-masing tim. Masing-masing tim berlatih dengan sungguh-sungguh dan bersiap dengan sempurna mulai dari kostum, tata make-up hingga properti-properti untuk mendukung penampilan mereka. Selain kekompakan tim, para finalis juga harus tetap menjaga stamina dan persiapan pribadi untuk mempelajari isu-isu terkini dan pengetahuan umum maupun kebudayaan Kepri, karena seleksi sesi final di keesokan hari dipastikan berbobot lebih berat dari seleksi penyisihan sebelumnya.

Pukul 05.00 pagi para peserta sudah berkumpul untuk mengikuti sesi olahraga pagi dan dilanjutkan dengan sesi tes fisik yaitu renang. Mengingat salah satu program Kapal Pemuda Nusantara mewajibkan pesertanya untuk dapat berenang maka tim Juri tidak ingin melewatkannya. Sehabis sesi olahraga para peserta dipersilahkan bersiap-siap dengan pakain hitam-putih rapi dan menuju meja makan untuk sarapan pagi. Bercengkrama di meja makan, berfoto ria dan saling memberi semangat tampak tak habis-habis dari masing-masing peserta.

Tepat pukul 08.00 pagi peserta telah berkumpul di Ballroom bersama para Alumni dan para Juri. Sesi kedua untuk final adalah sesi Debat. Duduk terpisah antara dua tim yang telah ditentukan semalam, para Juri melemparkan isu terkini seperti : Hilangnya Pesawat MH370 dan Pembagian Kondom untuk menguragi angka HIV/AIDS. Saling beradu argumen antar Pro dan Kontra, para peserta membuat suasana ruangan tampak tegang dan penuh lemparan-lemparan argumen demi memegang prinsip masing-masing tim.

Selesai sesi debat, peserta diberikan waktu untuk bersiap-siap menampilkan Sosio-drama yang telah dipersiapkan dihari sebelumnya dan juga merupakan rangkaian sesi final dan penilaian terakhir dari para Juri. Masing-masing tim menampilakan sosio-drama yang sungguh menarik dan berunsur komedi didalamnya. Tim A yang terdiri dari ; Furry, Jeri, Tian, Hendy, Rizal, Ferry dan Linda membawakan Sosio-drama berjudul Pemuda Kota vs Pemuda Kampung. Akting ciamik yang ditampilkan Furry selaku ibu kepada pemuda kampung yang diperankan oleh Hangga dan totalitas Feri, Reza dan Linda berperan sebagai pemuda kota membuat seluruh audien tertawa dan terhibur. Tak lupa tim yang menamakan dirinya Gonggong ini menampilkan silat yang sangat menantang dan tarian melayu diakhir pertunjukan. Tian selaku moderator menyampaikan pesan moral dengan begitu mengena dengan perkembangan pergaulan remaja masa kini.

Seperti tidak mau kalah, Tim B yang menamakan diri mereka Tim Garuda juga menampilkan penampilan yang sangat menghibur. Terdiri dari; Eka Damanas, Hendy, Nony, Rusydi, Nadirah, Nilam, Fatwa, Salehudin, Fiqoiry dan Reza mengusung judul Cinta tak Terhalang Harta dan Tahta membawakan peran-peran kerajaan masa dahulu. Nony selaku Permaisuri berhasil membawa penonton dalam alunan akting yang indah, sementara Nilam yang berperan sebagai sahabat permaisuri membuat suasana menjadi riuh karena aktingnya yang sungguh total. Empat Perjaka pencuri hati permaisuri masing-masing; Hendy, Fiqoiry, Fatwa dan Salehudin memberikan warna pada watak-watak yang berbeda dan tentunya selaku Raja dan Ratu, Nadirah dan Rusydi tak dapat dipungkiri membawa totalitas peran yg membuat cerita menjadi menarik dengan memasukkan nyanyian syair gurindam dan pantun didalamnya.

Dengan berakhirnya sesi penampilan dari masing-masing tim maka berakhirlah seluruh sesi penjurian FINAL Pertukaran Pemuda Antar Negara dan Kapal Pemuda Nusantara 2014. Para peserta dipersilahkan untuk kembali ke rumah masing-masing dan para Juri beserta Alumni telahpun selesai memutuskan nama-nama yang lolos untuk mewakili Kepulauan Riau di program nantinya.

Dalam waktu dekat, pihak Dispora Kepri beserta Alumni PCMI Kepri akan mengumumkan nama-nama yang terpilih di blog PCMI dan akan dihubungi via telpon oleh pihak Dispora Kepri.

So, siapak mereka yang terpilih?

Stay tune with us, check our blog for the result update very SOON!

Mengucapkan banyak terima kasih untuk segala dukungannya dan kami memohon maaf apabila ada kekurangan selama masa seleksi 2014 diadakan.

Bagi yang belum berhasil, kami sangatlah mengapresiasi dan menunggu kehadiran anda di seleksi 2015 nanti1

Salam Pemuda
PCMI KEPRI

PCMI Kepri

No comments:

Post a Comment